Penyakit tak ditanggung BPJS 2026 menjadi topik hangat di awal tahun ini. Sebagai peserta BPJS Kesehatan, Anda mungkin khawatir tentang biaya medis yang semakin mahal, terutama bagi keluarga menengah bawah yang bergantung pada program ini. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 yang masih berlaku hingga 2026, ada 21 kategori layanan dan penyakit yang secara tegas tidak dijamin. Ini termasuk wabah seperti demam berdarah dengue (DBD) yang kasusnya naik tajam di awal 2026, serta perawatan estetika yang sering dianggap “kemewahan”.
Menurut data Kementerian Kesehatan, risiko kesehatan awal 2026 meningkat karena mobilitas tinggi pasca-libur akhir tahun, dengan influenza dan DBD mengintai. Kasus influenza A(H3N2) subclade K atau “super flu” mencapai 62 kasus hingga akhir 2025, tersebar di delapan provinsi seperti Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Sementara itu, DBD juga melonjak karena musim hujan, membuat masyarakat skeptis: apakah kebijakan ini adil atau hanya isu politik untuk mengalihkan perhatian dari defisit BPJS?
Kontroversi BPJS Kesehatan perubahan 2026 ini memicu debat keadilan. Di satu sisi, pemerintah bilang ini untuk efisiensi, fokus pada layanan prioritas seperti penyakit katastropik. Di sisi lain, rakyat biasa merasa makin susah, terutama saat wabah datang tanpa tanggungan. Artikel ini akan membahas daftar penyakit BPJS Indonesia yang tidak ditanggung, lengkap dengan penjelasan, dampak, dan pandangan kontroversial. Kami juga akan bahas cara menghadapinya agar Anda tidak terjebak biaya tak terduga. Mari simak daftar lengkapnya untuk persiapan keluarga Anda.
[Gambar: Logo BPJS Kesehatan resmi]
BPJS for Expats: Indonesian National Healthcare Insurance for ...
Daftar 21 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Kesehatan 2026
Berikut daftar lengkap berdasarkan regulasi resmi. Setiap poin dilengkapi penjelasan singkat, contoh nyata, dan aspek kontroversialnya. Ingat, ini bukan berarti penyakit tersebut tidak bisa diobati, tapi biayanya ditanggung sendiri atau program lain.
- Penyakit akibat wabah atau kejadian luar biasa (KLB) Ini termasuk pandemi atau wabah massal seperti COVID-19 dulu atau DBD yang kasusnya naik di 2026. Kontroversi: Saat influenza DBD naik, rakyat biasa kesulitan karena tanggungan pemerintah sering lambat. Data Kemenkes 2026 menunjukkan 62 kasus super flu, tapi BPJS tak tanggung.
[Gambar: Ilustrasi wabah DBD - alt text: "risiko kesehatan awal 2026 DBD"]
Mewaspadai Wabah DBD: Gejala, Pencegahan, dan Cara Menanggulangi ...
- Perawatan kecantikan dan estetika Seperti operasi plastik untuk mempercantik wajah atau tubuh, bukan karena kecelakaan. Kontroversi: Dianggap tidak adil bagi perempuan yang butuh rekonstruksi pasca-kanker, tapi BPJS anggap ini non-medis. Biaya bisa jutaan rupiah.
- Perawatan perataan gigi (ortodonti) Pemasangan behel untuk estetika, bukan fungsi medis. Contoh: Anak remaja ingin gigi rapi. Kontroversi: Keluarga menengah bawah kesulitan akses, sementara anak pejabat bisa bayar sendiri.
- Penyakit akibat tindak pidana Cedera dari penganiayaan, kekerasan seksual, atau kriminalitas. Ditanggung polisi atau program lain. Kontroversi: Korban sering terlantar karena birokrasi lambat.
- Pengobatan akibat bencana Cedera dari banjir atau gempa yang ditanggung BNPB. Di 2026, dengan cuaca ekstrem, ini jadi isu besar.
- Penyakit akibat kesengajaan menyakiti diri atau bunuh diri Perawatan psikiatri terkait ini tidak ditanggung. Kontroversi: Stigma kesehatan mental membuat penderita enggan berobat.
- Penyakit akibat konsumsi alkohol atau obat terlarang Liver rusak karena minum beralkohol atau overdosis narkoba. Kontroversi: Dianggap “hukuman” moral, tapi abaikan aspek rehabilitasi.
- Pengobatan infertilitas (kemandulan) Program bayi tabung atau terapi hormon. Biaya tinggi, hingga Rp50 juta. Kontroversi: Pasutri usia 30-50 kesulitan punya anak, tambah beban ekonomi.
- Pengobatan di luar negeri Berobat ke Singapura atau Malaysia. Kontroversi: Orang kaya bisa, rakyat biasa tak mampu.
- Pelayanan tidak sesuai undang-undang Termasuk layanan mewah di RS swasta non-mitra. Kontroversi: Ketidakadilan akses antara kota dan desa.
- Pelayanan di fasilitas non-mitra BPJS, kecuali darurat Harus bayar sendiri jika bukan mitra. Kontroversi: Di daerah terpencil, pilihan terbatas.
- Cedera akibat kecelakaan kerja Ditanggung Jamsostek. Contoh: Pekerja pabrik jatuh. Kontroversi: Banyak buruh informal tak terlindungi.
- Cedera akibat kecelakaan lalu lintas Ditanggung Jasa Raharja. Kontroversi: Klaim sering ribet, tambah susah bagi pengendara motor.
- Pengobatan komplementer dan alternatif Akupuntur atau jamu belum terbukti. Kontroversi: Budaya Indonesia bergantung herbal, tapi tak ditanggung.
- Obat dan alat habis pakai non-medis Suplemen vitamin biasa. Kontroversi: Pencegahan kesehatan jadi mahal.
- Alat kontrasepsi dan kosmetik Pil KB atau krim pemutih. Kontroversi: Program KB nasional terganggu.
- Penanggulangan disfungsi seksual Terapi impotensi non-medis. Kontroversi: Isu tabu, tapi penting bagi pasangan usia 40-an.
- Pelayanan estetika lain Seperti laser untuk jerawat. Kontroversi: Batas antara medis dan estetika kabur.
Operasi Plastik Estetika, Apa Saja? Amankah? - Nara Times
- Pengobatan kebotakan Transplantasi rambut. Kontroversi: Dianggap sepele, tapi pengaruh psikologis besar.
- Pelayanan untuk mengatasi kelelahan kronis non-medis Spa atau terapi relaksasi. Kontroversi: Stres kerja tinggi di Indonesia tak terakomodasi.
- Pelayanan lain tak terkait jaminan kesehatan Cek up rutin tanpa indikasi. Kontroversi: Pencegahan dini jadi mahal, tambah beban jangka panjang.
[Gambar: Daftar penyakit BPJS]
BPJS. Insurance for KITAS Visa Holders in Indonesia - Bali.live
Dari daftar ini, terlihat fokus BPJS pada kesehatan dasar. Namun, dengan risiko kesehatan awal 2026 seperti influenza DBD naik, banyak yang khawatir. Studi kasus: Di Jawa Timur, kasus DBD naik 20% di Januari 2026, tapi tak ditanggung BPJS karena KLB.
Kesimpulan
Daftar penyakit tak ditanggung BPJS 2026 ini menunjukkan batas jaminan negara, tapi juga memicu kontroversi BPJS tentang keadilan. Bagi rakyat biasa, ini bisa makin susah, terutama saat wabah datang. Namun, apakah cuma isu politik? Pemerintah bilang ini untuk keberlanjutan, tapi skeptisisme tinggi karena defisit BPJS capai triliunan. Saran: Siapkan asuransi swasta tambahan atau dana darurat. Bagikan pengalaman Anda di komentar, atau share artikel ini ke keluarga. Konsultasikan dengan dokter untuk pencegahan.
[Gambar: Kartu BPJS]
Ini Syarat dan Cara Jadi Peserta BPJS
FAQ
Apa saja perubahan BPJS Kesehatan 2026 terkait penyakit tak ditanggung? Tidak ada perubahan mendasar dari 2018, tapi penekanan pada efisiensi amid risiko wabah.
Bagaimana jika terkena DBD di 2026? Ditanggung pemerintah via KLB, tapi proses klaim bisa lambat. Siapkan biaya awal.
Apakah estetika pernah ditanggung BPJS? Tidak, selalu dikecualikan karena non-medis. Kontroversi muncul saat batas medis-estetika kabur.
Bagaimana cara cek daftar penyakit BPJS Indonesia? Kunjungi situs resmi BPJS atau Kemenkes untuk update.
Apakah kontroversi BPJS ini isu politik? Banyak yang anggap ya, karena defisit sering jadi alasan naik iuran tanpa solusi akar.
Apa tips menghadapi risiko kesehatan awal 2026? Vaksinasi, jaga kebersihan, dan punya tabungan medis.



